Latest News

Yakin Aman?, Perhatikan 8 Hal Ini Ketika Meninggalkan Istri Untuk Merantau

 Sebagai Suami memang sudah menjadi kewajibannya mencari nafkah untuk Keluarga Yakin Aman?, Perhatikan 8 Hal Ini Saat Meninggalkan Istri Untuk Merantau

Sebagai Suami memang sudah menjadi kewajibannya mencari nafkah untuk Keluarga. Banyak macam pekerjaan dan cara untuk mencari nafkah, tentunya semua tergantung dari kemampuan dan pilihan untuk setiap individunya. Ada yang mendapat fasilitas dalam penempatan posisi yang membuatnya bisa terus berkumpul dengan anggota Keluarga yang lain. Ada juga yang harus ke luar Kota, ke luar Negeri, hingga hitungan minggu, bulan, bahkan tahun.

Pilihan itu memang harus diambil demi tetap menjaga kestabilan ekonomi Keluarga. Dan tentu saja hal itu harus membuat Suami meninggalkan Istri serta anak-anaknya. Bagi pihak Suami tentu ada perasaan was-was dan khawatir, namun ada juga yang tidak berpikir hingga sejauh itu. Ada yang merasa kondusif dan menganggap semua baik-baik saja. Tapi tunggu dulu, bisa saja perasaan kondusif itu hanya muncul dari pikiran sendiri. Pada kenyataannya bisa saja tidak benar-benar aman, makanya perhatikan hal ini ketika meninggalkan Istri merantau.

1. Cara berpikir Istri dalam menjalani kehidupan Rumah Tangga

Banyak Wanita yang mempunyai perbedaan cara berpikir dalam menjalani kehidupan Rumah tangganya. Ada yang fokus terhadap Keluarga, anak, dan tidak pernah berpikir wacana duduk masalah perasaan atau ketertarikan dengan lawan jenisnya. Namun ada juga yang masih suka tebar pesona, menanggapi godaan Pria lain, dan sebagainya. Nah, kira-kira Istri Kamu yang ibarat apa. Apakah Dia sudah sepenuhnya mendedikasikan hidupnya untuk Suami dan keluarga. Jika sudah tentu Kamu tidak perlu terlalu khawatir berlebihan, alasannya ialah kemungkinan Istri menduakan tidak terlalu besar.

2. Tetangga mata keranjang

Riwayat tetangga yang mata keranjang harus benar-benar diperhatikan. Sebab dalam sebuah lingkungan, biasanya ada Tetangga ibarat ini. Suka memanfaatkan keadaan terutama ketika ada Wanita yang ditinggalkan Suami merantau. Berusaha merayu dengan tujuan biar bisa diajak selingkuh, bahkan ada juga yang tanpa banyak bicara suka mengetuk-ketuk pintu pada malam hari. Mungkin bagi pihak Suami yang merantau, bisa memberi peringatan Istri biar lebih hati-hati. Memberitahukan hal itu secara tidak pribadi juga bisa sekaligus mengingatkan Istri untuk tidak macam-macam.

3. Karakter Istri sendiri bagaimana, apakah Kamu sudah yakin padanya?

Sebagai Suami tentu tahu wacana riwayat kehidupan Istri semenjak lama. Riwayat perselingkuhan hingga perubahan dari waktu ke waktu. Segala kemungkinan bisa terbaca untuk membuat Suami bisa mengambil kesimpulan apakah situasi benar-benar kondusif atau tidak. Mungkin ketika pacaran, Istri pernah punya riwayat melaksanakan perselingkuhan. Tapi kalau dalam perjalanan menuju janji nikah banyak mengalami perubahan baik, hal itu bisa membuat perasaan lebih lega. Kemungkinan akan mengulang kesalahan yang sama memang tetap ada, tapi kemungkinannya sangat kecil.

4. Keberadaan anggota Keluarga yang bisa menunjukkan pertolongan keamanan meskipun sekedar pengawasan

Orang tua, mertua, saudara, atau anggota Keluarga lain yang banyak berperan dalam acara Istri. Secara tidak pribadi anggota Keluarga ibarat ini bisa mengawasi dan mencegah Istri terjerumus kedalam godaan untuk selingkuh. Aktivitas Istri bisa berjalan sebagaimana mestinya dan kalau saja ada yang asing dan berbeda dari kebiasaan, bisa membuat pikiran jelek dan kecurigaan anggota Keluarga yang lain.

5. Kondisi keuangan Istri, ini sangat mensugesti pikirannya

Selama keuangan Istri lancar, kiriman dari Suami lancar, kemungkinan besar Istri akan merasa tenang. Banyak hal yang bisa Dia lakukan terutama kalau Kamu menunjukkan kiriman lebih banyak dari yang seharusnya. Ketenangan itu yang membuat Istri tidak ada pikiran macam-macam. Tapi kalau keuangan tidak lancar, ada perasaan kecewa, butuh pengalihan, butuh hiburan, hingga merasa butuh kesenangan. Pilihan tentu saja dimulai yang paling mudah, dan salah satunya ialah membuka kesempatan Pria lain biar bisa menduakan dengannya.

6. Keterbukaan dan komunikasi ketika terpisah jarak

Komunikasi tetap perlu meskipun sudah usang menjalani kehidupan Pernikahan. Saling memberi kabar, menanyakan keadaan, dan lain sebagainya. Jangan hingga hati dan perasaan menjadi kosong. Sebab ada yang perhatian sedikit saja, rasanya sudah benar-benar membuat perasaan membara. Anggap saja itu ialah cara untuk tetap mengawasi dan menjaga ikatan emosional. Agar tidak gampang goyah oleh godaan Pria lainnya.

7. Cara Suami meyakinkan, biar Istri tidak berpikir Suaminya macam-macam. Supaya Istri tidak ada pikiran untuk membalas dendam

Ada juga Istri yang merasa curiga Suami ketika merantau macam-macam. Pikiran jelek terhadap hal itu bisa membuat Istri di Rumah tidak karuan perasaannya. Cemburu, gelisah, galau, dan perasaan apapun dirasakannya hanya lantaran kecurigaan saja. Akan berbahaya kalau ada anutan untuk balas dendam. Menjadi lebih tega untuk melaksanakan perselingkuhan lantaran merasa Suami juga sudah melakukannya duluan.

8. Keberadaan Teman Kamu yang dulu sering berkunjung dan sudah ibarat Keluarga sendiri

Saat di Rumah apakah ada sobat Kamu yang sering berkunjung. Mereka sudah sangat dekat sama Kamu yang secara otomatis dekat juga dengan Istri Kamu. Kunjungan Mereka sudah sangat santai ibarat anggota Keluarga sendiri. Tidur di Rumah, makan tinggal makan, dan semua itu sudah biasa. Mereka memang santai, tapi tetap harus waspada. Sebab kejahatan terjadi bukan hanya lantaran niat, tapi juga lantaran ada kesempatan. Jika saja pihak Suami sedang tidak ada di Rumah, tidak baik kalau ada Teman Pria yang tetap berkunjung meskipun hal itu sudah biasa. Maka tanamkan dalam pikiran Istri untuk mencegah hal itu. Jangan hingga hal yang tidak diinginkan terjadi, apalagi pelakunya sobat Kamu sendiri.

Baca juga: 7 Tanda Orang yang gampang diajak selingkuh

0 Response to "Yakin Aman?, Perhatikan 8 Hal Ini Ketika Meninggalkan Istri Untuk Merantau"

Total Pageviews