Latest News

Sudah Berusaha Jadi Yang Terbaik Tapi Disakiti, Begini Faktanya

sudah berusaha menjadi yang terbaik tapi disakiti Sudah Berusaha Makara Yang Terbaik Tapi Disakiti, Begini Faktanya

Ketika Kita merasa menyayangi Seseorang dan menyayanginya, Kita cenderung rela melaksanakan apa saja untuk membuatnya bahagia. Dengan keterbatasan memang menciptakan Kita tidak bisa memperlihatkan segala jenis kebahagiaan, tapi setidaknya Kita berusaha maksimal untuk memberikannya.

Perhatian terfokuskan pada Dia hingga kadang mengesampingkan hal lain yang bahwasanya juga penting untuk hidup Kita. Tidak ada tuntutan banyak selain bisa mencicipi kebahagiaan bersamanya. Rasa ini bukan sesaat apalagi cuma sekedar menuruti hasrat. Perasaan ini sudah benar-benar terbangun dari hati yang terdalam.

Kita tidak perlu membuatnya tahu pengorbanan apa yang sudah Kita lakukan, lantaran yang paling penting Dia mencicipi hasil dari pengorbanan tersebut. Tidak perlu tahu proses bahkan mungkin rasa sakit atas pengorbanan tersebut.

Tapi tampaknya Dia tidak berpikir hingga sejauh itu. Apa yang Kita lakukan padanya tampaknya biasa saja lantaran baginya Semua Orang bisa melaksanakan hal sama padanya. Dia tidak sadar bahwa kondisi Orang tidak akan pernah sama, masing-masing mempunyai kapasitas sendiri-sendiri dalam hal kemampuan.

Dia tidak pernah menyadari, ada kalanya Kita memaksakan diri hanya untuk membuatnya tersenyum oleh tindakan Kita. Sehingga dengan mudahnya Dia menciptakan Kita kecewa. Seolah apa yang Kita lakukan selama ini tidak mempunyai arti apa-apa baginya. Dia memandang Kita sebelah mata, seolah tidak benar-benar layak untuk diperjuangkan juga.

Lebih menyakitkan ketika Kita tidak dianggap penting, tapi Dia justru lebih mementingkan Orang lain. Orang lain yang bukan apa-apanya, atau mungkin ada kekerabatan Istimewa tapi Kita tidak menyadarinya. Seolah perasaan Orang itu lebih penting daripada perasaan Kita sendiri.

Kita dituntut untuk mendapatkan sosok tersebut ada dalam hidupnya meskipun itu sangat menyakiti Kita. Tapi kadang posisi Kita dihentikan ditunjukkan pada Orang tersebut. Seolah Dia lebih takut Orang itu menjauh daripada Kita yang menjauh darinya. Begitulah faktanya, Kita menyerupai tidak begitu diinginkan hanya lantaran Kita terlalu mengagungkan Dia. Dia menjadi tidak tahu diri dan merasa tidak perlu untuk menjaga perasaan Kita. Kita dianggap aman-aman saja alasannya kemungkinan pergi sangat kecil.

Akan berbeda bila Dia merasa takut kehilangan Kita, Dia akan lebih bisa menjaga perasaan Kita dan bisa menjauhi Orang lain demi Kita. Tapi itu tidak terjadi lantaran justru Dia takut bila Orang lain yang menjauh darinya lantaran keberadaan diri Kita

Kalaupun tidak ihwal itu, problem perilaku juga demikian. Segala hal harus Kita yang memulainya, Dia sama sekali tidak ada inisiatif untuk memulai sesuatu lebih dulu. Menciptakan kesan kalau cuma satu pihak yang menginginkan menjaga hubungan.

Kita memang tidak bisa menyalahkan Dia sepenuhnya, lantaran segala tindakan dipengaruhi oleh perasaan masing-masing. Kita rela melaksanakan banyak hal, tapi bila Dia malas maka percuma juga dipaksakan.

Kita tahu, selama ini Dia menganggap apa yang Kita lakukan bahwasanya biasa-biasa saja. Karena Dia sudah terbiasa mendapatkan perlakuan menyerupai itu. 10 tindakan yang Kita lakukan belum tentu memberi arti baginya, dikarenakan telah merasa biasa. Tapi ketika Orang lain melaksanakan 1 tindakan baik saja padanya, Dia sudah merasa bahwa hal itu sangat istimewa. Alasannya tentu lantaran Dia tidak terbiasa menerimanya dari Orang lain.

Kita tidak menuntut banyak, hanya ingin Dia bisa berjuang menyerupai Kita yang selalu memperjuangkan Dia. Kita yakin jodoh yaitu cerminan dari diri Kita sendiri, maka Kita berharap Dia bisa mengimbangi setiap tindakan yang Kita lakukan untuknya.

Jika Kita berusaha menghargai dan menjaga perasannya, harapannya Dia juga bisa melaksanakan hal yang sama. Dan yang niscaya tidak hanya membisu apalagi menciptakan hal gampang menjadi lebih sulit. Hanya bisa berdoa, bila memang jodoh agar sadar dan memperbaiki diri. Jika tidak jodoh, hilangkan perasaan ini.

0 Response to "Sudah Berusaha Jadi Yang Terbaik Tapi Disakiti, Begini Faktanya"

Total Pageviews