Latest News

Curahan Hati Anak Korban Perceraian

 Hari itu ialah hari yang paling indah dalam hidupku Curahan Hati Anak Korban Perceraian

Hari itu ialah hari yang paling indah dalam hidupku, bersama Ayah Ibu pergi bersama dengan penuh keceriaan. Aku masih ingat betul setiap detail kejadiannya. Setiap hari bagiku ialah perjalanan yang penuh dengan kebahagiaan. Kebersamaan demi kebersamaan mulai Aku ingat kembali, mengingatnya rasanya lebih indah daripada ketika benar-benar mengalaminya.

Terbayang ketika di daerah tidur, Ayah dan Ibu begitu memperhatikan Aku. Fokus mendengar ocehanku, Kalian sanggup tertawa bersama. Ketika Aku melaksanakan kesalahan, salah satu dari Kalian membelaku dan itu membuatku yakin semua akan baik-baik saja. Saat itu tidak terbayangkan sedikitpun Kalian akan berpisah. Yang Aku tahu, Kalian akan gotong royong menemani Aku sampai nanti Dewasa.

Sayang alasannya ialah keegoisan Kalian, Aku tidak sanggup mencicipi hangatnya kebersamaan itu lagi. Salah satu dari Kalian menentukan memisahkan diri dari deretan yang tepat ini. Sudah niscaya ada yang kurang, dan itu hanya sanggup Aku rindukan dengan penuh impian sanggup kembali menyerupai semula, meskipun terkesan tidak mungkin.

Nasibku sekarang hanya terombang-ambing tanpa tujuan yang pasti. Terbayang nanti kalau Kalian sudah hidup dengan pasangan masing-masing, Aku akan merasa ajaib dengan sosok Ayah atau Ibu tiri. Meskipun Mereka sanggup menyayangi tetap saja Aku tidak sanggup maksimal dalam memberikan keluh kesah. Itupun kalau Mereka juga sanggup sayang padaku, kalau tidak Aku harus bagaimana.

Hal paling menyeramkan yang terbayang dalam pikiranku, ialah ketika Kalian punya anak dari korelasi gres Kalian. Aku terlalu takut fokus Kalian akan berubah dan tidak menimbulkan Aku sebagai prioritas lagi, bahkan mungkin Kalian sudah tidak peduli denganku lagi. Mungkin ketika itulah Aku harus sanggup mengurusi semuanya sendiri.

Ayah, Ibu, Kalian mungkin sudah berpisah tapi tetap saja kasih sayang Kalian Aku butuhkan. Jika saja boleh meminta, Aku ingin kalian berdua sanggup bersatu lagi. Menyayangi dan membimbing Aku sampai siap hidup Mandiri.

kalaupun itu tidak terjadi, setidaknya Kalian tidak akan pernah melupakan Aku. Aku tetap Anak Kalian yang tidak akan terputus oleh apapun.

Aku tahu, suatu ketika nanti Aku akan mencicipi kecemburuan ketika teman yang lain memamerkan dan membanggakan Ayah ibunya, memberikan keceriaan ketika pergi bersama Ayah dan Ibunya, tapi Aku harus besar lengan berkuasa mendapatkan kenyataan itu. Ini ialah salah satu alur kehidupan yang akan menciptakan Aku lebih kuat.

Jika saja Kalian tidak punya banyak waktu untukku, perhatian Kalian tidak sanggup fokus padaku, cukup doakan Aku semoga tidak keluar jalur ketika berusaha menemukan jati diriku. Doakan saja Aku sanggup sukses dan senang dalam kehidupanku sendiri nantinya. Doakan juga semoga Aku tidak menjadi Orang bau tanah egois menyerupai Kalian. Ayah, Ibu, Aku sangat menyayangi Kalian.

0 Response to "Curahan Hati Anak Korban Perceraian"

Total Pageviews