Latest News

7 Kesedihan Dikala Terpaksa Berpisah Ketika Masih Saling Sayang

terpaksa berpisah ketika masih saling sayang 7 Kesedihan Saat Terpaksa Berpisah Ketika Masih Saling Sayang

Alur kehidupan tidak pernah ada Manusia yang tahu secara niscaya apa yang akan terjadi nantinya. Semua hanya bisa memperkirakan dengan melihat kondisi serta keputusan dalam mengambil setiap langkah. Begitu juga perihal kehidupan cinta, tidak bisa diketahui apa yang akan terjadi nanti. Sejak mengawali hubungan, semua tampak baik-baik saja. Rencana dan harapan dibangun secara bertahap, dengan harapan jadinya akan merasa bahagia.

Rasa cinta dan sayang yang sudah terpupuk semenjak lama, mengakibatkan keduanya bisa saling mendapatkan dan menyayangi. Keinginan terbesar tentu saja tidak akan mencicipi kesedihan yang mendalam dari kekerabatan tersebut. Rasa kepemilikan hingga rasa tidak ingin kehilangan, sudah tertanam dalam alam bawah sadar. Meskipun rasa bosan sempat hadir dalam kekerabatan tersebut, rasa kasih sayang dan tidak ingin kehilangan tetap dirasakan.

Keduanya sama-sama mengikuti alur terhadap kekerabatan tersebut. Tetap saling mengasihi dan mengasihi layaknya pasangan kekasih. Hingga jadinya ada keinginan untuk terus bersama selamanya, lantaran tidak ada kemampuan untuk pergi meninggalkan. Tapi suatu ketika, keduanya berada pada keadaan yang sangat sulit. Bertahan dengan penuh cobaan, rintangan, tentangan, hingga mungkin lantaran menyalahi aturan. Akan sangat sulit untuk dipaksakan bertahan bahkan ada yang merasa mustahil kalau kekerabatan dilanjutkan. Sebab akan butuh banyak pengorbanan bahkan bisa merusak kehidupan keduanya. Atau yang paling jelas, untuk melanjutkan harus melalui proses yang memalukan bahkan melanggar aturan.

Sehingga dengan sangat terpaksa, daripada Orang yang disayangi menderita pada jadinya keputusan harus diambil. Dengan sangat terpaksa harus mengakhiri kekerabatan yang sudah dibangun dalam waktu yang tidak sebentar. Anggap saja Kamu sendiri yang mengalami ini. Kamu dan Dia harus sama-sama bisa merelakan meskipun masih sangat sayang. Bahkan rasa sayang itu justru semakin besar ketika harus mendapatkan kenyataan Kalian akan berpisah. Tentunya Kalian akan mencicipi kesedihan-kesedihan berikut ini.

1. Hasrat untuk tetap berkomunikasi dengannya sangat besar meskipun ada keinginan untuk menahan diri alasannya Kalian benar-benar merasa kehilangan. Kalaupun ada upaya mengabaikan, menutup akses, tentunya ada hasrat untuk mencari cara lain semoga bisa berkomunikasi kembali. Sangat murung tentunya kalau tidak mengetahui kabar sama sekali dari Orang yang disayang meskipun sudah tidak ada lagi ikatan. Bukan duduk kasus jarak, tapi seolah Dia sudah hilang tanpa tahu ada dimana. Meskipun sebetulnya Kamu tahu keberadaan Dia terperinci dimana, tapi tetap mempunyai kesan ibarat itu.

2. Momen kesedihan ketika terakhir bertemu dengannya begitu teringat jelas. Ekspresi murung, raut wajah yang mengatakan kesedihan, bahkan mungkin tangisan tidak akan pernah bisa Kalian lupakan. Itu yang akan menciptakan Kalian mempunyai keinginan besar untuk bisa kembali lagi menjalin cinta. Ingin menangis rasanya, tapi tampaknya hal itu tidak ada gunanya.

3. Tidak ada hal yang menyedihkan selain berdiri pagi harus mendapatkan kenyataan Dia sudah bukan milik Kamu lagi. Tidak jarang ada yang hingga terbawa mimpi lantaran perasaan kehilangan ini. Teringat ketika berdiri pagi saling berkirim pesan, basa bau dengan perasaan berbunga-bunga, berdiri pagi dan siap-siap nanti bertemu dengannya, dan masih banyak lagi. Tapi kali ini semua itu seolah hilang.

4. Akan sangat menyedihkan lagi ketika Kalian pernah mempunyai harapan bersama. Hal itu belum terealisasi tapi Kalian sudah terlanjur harus merelakan kepergian itu. Terbayang betapa bahagianya andai harapan itu terlaksana. Kalau saja itu hanya sekedar harapan kecil, tentu ada keinginan untuk melakukannya lebih dulu. Agar tidak ada beban lagi lantaran harapan kecil yang belum terlaksana.

5. Ada perasaan tidak rela ketika membayangkan Dia mulai senang bersama Orang lain. Kamu jadi tahu bahwa kalimat "yang penting kau senang meski senang tidak denganku" hanyalah bualan semata. Kamu sendiri mengalami dan mencicipi bahwa membayangkan Dia bersama Orang lain saja rasanya sudah sangat berat.

6. Semua memang sudah berlalu akan tetapi segala kenangan dan ingatan terhadap perjalanan dengannya terus terbayang dalam ingatan. Semua ibarat kenangan yang seharusnya terus terjadi dalam hidup Kalian, bahkan kalau bisa lebih senang dari itu. Dari tawa dan canda, momen senang ketika melaksanakan sesuatu bersama, dan segala hal dengannya tidak bisa Kamu lupakan ketika itu juga. Semakin berusaha melupakan justru semakin teringat.

7. Puncak kesedihan yaitu ketika Kamu sangat rindu dengannya tapi tidak punya kuasa untuk bertemu dengannya. Apalagi ada sosok atau dari perilaku Kalian sendiri yang memaksa untuk tidak bertemu lagi. Ada kebahagiaan tersendiri yang bercampur dengan kesedihan kalau hingga punya kesempatan bertemu dengannya. Dan itu akan semakin menciptakan Kamu resah lantaran kondisi yang ada.

Memang ibarat itu keadaannya kalau Kamu harus terpaksa berpisah lantaran keadaan padahal masih sangat sayang dengannya. Dia pun berat berusaha untuk melupakanmu apalagi menghilangkan sosok Kamu dari hidupnya. Dia tetap akan menyimpan rasa itu untukmu, dan tentu saja Kamu juga punya ruang untuknya. Hanya bisa berusaha membiasakan diri meskipun itu sulit dan butuh proses panjang. Harapan terakhir hanyalah, kalian bisa menjadi teman meskipun hal itu juga tidak begitu baik untuk dilakukan. Saat ini, hanya bisa menahan rindu padanya.

Baca juga: 20 Kata-kata Tersiksa Karena Rindu Pada Seseorang

0 Response to "7 Kesedihan Dikala Terpaksa Berpisah Ketika Masih Saling Sayang"

Total Pageviews